Aku terdiam terpaku
ketika mata tertuju padaku
disaat aku tertatih oleh waktu
Aku tak tau arah yg akan aku tuju
tak tau langkah yang akn tempuh
tak tau beban yang akn aku pangku
Rasa yang menusuk kalbu
tersayat akan tajamnya sembilu
Hingga mengaggu aliran darah ku
Rasa bahagia yang aku rasa hnya sesaat
yg membuat aku terbelunggu dan tersesat
lebih baik aku kecewa akan kejujuran yang kau berikan
daripada aku bahagia akan kebohongan yang kau berikan
aku tak mau hidup dalam kepalsuan
aku tak ingin dihantui oleh kegundahan
karena aku ingin hidup tanpa batas
hidup seperti burung yang terbang bebas
hidup yang bisa tertawa lepas
hidup selalu dibayang2 oleh prasangka manis
krna aku tak mau menyia-nyiakan hidupku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar